STANDAR HIDUP DAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT DI PERMUKIMAN BANTARAN SUNGAI

STANDAR HIDUP DAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT DI PERMUKIMAN BANTARAN SUNGAI

Terdapat hal menarik tentang permukiman di Indonesia, khususnya terkait dengan permukiman kumuh. Menurut tipologi letak geografisnya, permukiman kumuh bisa terdiri dari permukiman di atas air, di tepi air, di dataran rendah, di perbukitan, dan di daerah rawan bencana (Permen PUPR No 2 Tahun 2016). Hal tersebut juga terkait dengan penataan ruang dan regulasinya. Dalam Permen tersebut dinyatakan bahwa tindakan penanganan permukiman kumuh terdiri dari tiga alternatif yaitu: pemugaran, peremajaan, atau pemukiman kembali dimana penanganannya ditentukan oleh tingkat kekumuhan dan status tanah.
Apabila menggunakan ‘standar’ tersebut di atas maka permukiman di atas air dan di tepi air akan ‘dihapus’ dari khasanah pemukiman di Indonesia dan harus direlokasi. Padahal permukiman di tepi air dan bahkan di atas air adalah sebagian dari budaya bangsa yang berkehidupan bahari. Di dalam peraturan tersebut, perlu mempertimbangkan unsur ketiga (selain kondisi kekumuhan dan legalitas tanah) yaitu ‘pertimbangan lain’.
Buku ini mencoba mengulas aspek yang mendasari ‘pertimbangan lain’ tersebut. Yaitu dengan menguraikan standar hidup dan kualitas hidup masyarakat di lingkungan permukiman kumuh di bantaran Sungai Brantas dan Sungai Bango, Kelurahan Kotalama Malang. Luaran dari analisis tersebut adalah untuk mempertanyakan apakah relokasi menjadi suatu keniscayaan? Untuk masyarakat yang memiliki deprivasi karena keterbatasan, apakah relokasi bisa memecahkan masalah bila sumber kehidupan mereka terputus? Memang bantaran sungai akan lebih indah dan aman bila bebas dari permukiman, namun pengambil kebijakan perlu melihat bahwa pemberdayaan masyarakat untuk bisa lepas dari lingkungan hunian di bantaran harus didahulukan sebelum ‘memaksa’ untuk relokasi. Bila belum ada kemampuan, peluang dan kesempatan lain untuk memilih hunian yang lebih baik, maka yang lebih prioritas adalah meningkatkan kualitas hidup mereka disamping terus mengedukasi bagaimana beradaptasi dengan kawasan berisiko tersebut .

Judul: STANDAR HIDUP DAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT DI PERMUKIMAN BANTARAN SUNGAI

ISBN:

Edisi: Cetakan ke-1 Maret 2026

Penulis: Prof. Dr. Ir. Surjono, MTP, Dr. Ir. Abdul Wahid Hasyim, MSP., Mustika Anggraeni, ST., M.Si., Erland Raziqin Fatahillah, S.PWK

Penerbit: CV. AE MEDIA GRAFIKA

Ukuran: B5 (18 x 25)

Halaman: x + 154

Cetak: Warna

Jilid: Softcover

Harga: Rp.120.000,00

Mohon maaf baca buku gratis untuk judul ini tidak tersedia. Silakan hubungi admin atau kunjungi Google Books kami.